Tahapan Mengajarkan Membaca pada Anak

Sebagai orangtua, kita tidak bisa (dan sebaiknya tidak) memaksakan anak untuk belajar tanpa melihat dan mengukur kemampuan dan juga berdasarkan usianya. Anak-anak di usia dini, meskipun mereka cerdas dan punya kemampuan baik, tetap saja kita perlu menimbang usia mereka. Jangan sampai kita membuat mereka tidak enjoy, tertekan, bahkan akhirnya tidak mau belajar.

Berikut ini adalah beberapa tahapan dalam mengajarkan membaca pada anak, yang disesuaikan dengan tingkatan usianya.

I. Usia 0 – 1 tahun

Seperti yang pernah saya ulas pada artikel-artikel sebelumnya, sejak mulai usia 0 tahun, bayi sudah mulai bisa kita ajari membaca. Namun, ada yang perlu kita tekankan disini, bahwa kita mengajari mereka membaca ini dengan tujuan mengaktifkan otak mereka sehingga dapat berkembang secara optimal. Bukan dalam artian mereka harus dapat membaca dan melafalkannya seperti anak-anak di usia yang lebih tua.

Pada usia ini, kita harus menyesuaikan dengan kondisi bayi. Pembelajaran harus dilakukan saat bayi dalam kondisi relaks dan tenang. Bisa juga dilakukan saat menemaninya bermain-main.

a. Membacakan buku-buku cerita atau ensiklopedi bergambar, dengan kata-kata yang mudah dan sederhana, juga dengan mimik atau intonasi yang menarik. Usahakan untuk menggunakan buku yang lembarannya tebal, tahan air, dan tidak mudah robek. Karena di usia ini anak-anak gemar sekali menggigit dan merobek apa saja. Jangan lupa untuk memberikan kesempatan pada anak untuk memegang dan membolak-balik bukunya.

b. Menggunakan flashcard matematika fakta untuk membantu mengaktifkan dan merangsang perkembangan otaknya secara maksimal. Untuk metode ini, saya sudah pernah mengulas caranya di artikel sebelumnya.

c. Menggunakan buku-buku dari bahan kain atau flanel yang dijahit. Bisa disusun khusus untuk angka, untuk huruf, atau untuk nama-nama buah ataupun yang lainnya.

 

II. Usia 1 – 3 tahun

Anak-anak di usia ini mulai perhatian secara penuh dengan gambar-gambar dan permainan warna, serta telah mampu menangkap kata-kata yang lebih banyak.

a. Menggunakan flashcard dan mulai mengajarkan huruf-huruf dasar serta suku kata. Anda dapat menggunakan kartu montessori untuk mengajarkannya. Jangan lupa, huruf-huruf yang tertulis pada kartu Anda semuanya harus dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. Untuk awalan, ajarkan dulu huruf vokal (a i u e o), baru huruf konsonan dengan suku kata (ba bi bu be beo, dst)

b. Membuat tempelan di dinding dengan berbagai tulisan dan angka. Bisa menggunakan kalender bekas, karton, dsb.

c. Jangan lupa untuk menyediakan kertas dan pensil atau krayon untuk mengajaknya belajar menulis. Anak-anak di usia ini sudah diharapkan dapat mencoret-coret kertas.

 

III. Usia 3 – 4 tahun

Ketika kita sudah efektif mengajaknya belajar membaca sejak usia sebelumnya, maka anak-anak usia ini akan mudah sekali diajak belajar. Bahkan tak jarang mereka akan mengambil buku atau kartu membacanya sendiri.

a. Gunakan buku bergambar, tapi dengan kata-kata yang sedikit. Kita bisa memintanya menceritakan apa yang ia lihat pada isi buku tersebut.

b. Ketika anak sudah menghafalkan huruf-huruf vokal dan konsonan dengan baik, maka tahap selanjutnya bisa dilanjutkan dengan kartu membaca per kata dengan kata-kata yang paling dekat dengan anak. Seperti ayah, ibu, mama, papa, kakak, adik, dsb.

c. Jangan lupa untuk menyediakan kertas dan pensil atau krayon untuk mengajaknya belajar menulis. Anak-anak di usia ini sudah diharapkan dapat mulai nyaman dalam memegang pensil mereka dan menuliskan bentuk-bentuk dasar seperti garis lurus, mendatar, dsb.

 

IV. Usia 4 – 5 tahun

Usia ini efektif belajar sudah mulai harus digalakkan. Dan fokusnya adalah anak-anak sudah harus dapat mulai membaca dengan buku khusus membaca, bukan lagi dengan kartu yang tulisannya besar-besar.

Di usia ini pula, anak-anak seharusnya sudah mulai dapat memegang pensil dengan benar, dan mulai dapat meniru tulisan yang dicontohkan.

Kita juga harus terus memotivasi mereka untuk rajin membaca, dengan menyediakan buku-buku atau majalah yang disukainya.

Posted in PENDIDIKAN ANAK | Leave a comment

Permainan Sederhana untuk Batita

Bermain adalah bagian dari dunia anak-anak. Setiap orangtua, tentu pernah membelikan atau memberikan mainan untuk mereka. Tapi, apakah setiap mainan mengandung unsur pembelajaran bagi mereka? Tidak juga. Ada permainan-permainan yang justru tidak mendidik dan hanya menyia-nyiakan waktu. Untuk itulah, orangtua perlu membuat siasat, bagaimana agar acara bermain menjadi ajang belajar sekaligus.

Menyusun balok. Kalau biasanya, kita membiarkan anak-anak bermain balok begitu saja, kali ini cobalah untuk mengarahkannya untuk sambil belajar berhitung dan mengasah imajinasinya. Misalnya, “ayo buat rumah dari sepuluh balok” atau “tolong buatkan Bunda toko untuk belanja” atau “buatkan tempat parkir untuk mobil ayah, ya”, dsb. Anda bisa mengkombinasinya dengan banyak hal. Sambil mengenalkannya pada kosakata baru dan jumlah-jumlah sederhana.

Kantong ajaib. Siapkan sebuah kantong kain yang gelap warnanya. Lalu, masukkan berbagai benda-benda kecil di dalamnya. Setelah itu, mintalah si kecil memasukkan tangannya dan menyentuh sebuah benda. Biarkan ia menebak benda apakah itu. Setelah ia menebak, tanyakan padanya, apakah benda itu halus atau kasar, besar atau kecil, panas atau dingin, dsb.

Shake and listen. Siapkan beberapa kantong plastik yang agak tebal, lalu isi masing-masing plastik dengan biji-bijian, beras, pasir, air, kerikil, dsb. Jangan penuh-penuh, biarkan ada ruang untuk udara di dalamnya. Ikat dengan tali. Lalu, mintalah si kecil untuk mengocok plastik tersebut dan mendengarkan bagaimana bunyi yang ditimbulkan benda-benda di dalam plastik tersebut.

Stempel. Siapkan cat air atau tinta dalam tatakan busa. Lalu buat cetakan-cetakan timbul dari potongan kentang, wortel, batang pisang, atau gabus. Beri masing-masing anak satu kertas karton yang agak tebal. Lalu, biarkan mereka berkreasi dengan stempel mereka masing-masing.

 

courtesy : rumahbunda.com

Posted in REHAT | Leave a comment

Kolase Biji-bijian

Wah, tak terasa, sudah akhir pekan lagi. Saatnya liburan sekolah nih. Mau kemana ya? Minggu lalu sudah jalan-jalan. Bagaimana kalau buat kegiatan sendiri di rumah?

Ajak si kecil membuat kolase dari biji-bijian, yuk! Pasti seru!

Bahan & alat :

  • kertas karton tebal
  • pensil
  • lem (pilihkan yang aman untuk si kecil)
  • kacang-kacangan (kacang hijau, kacang tanah, dsb)
  • beras
  • pewarna makanan (opsional)

Cara membuat :

  1. Rendam biji beras dengan pewarna makanan sampai berasnya berubah warna. Tiriskan dari air, lalu keringkan.
  2. Gambarlah sebuah pola yang cukup besar di atas karton dengan menggunakan pensil. Bantu si kecil menggambar.
  3. Oleskan lem pada pola yang sudah jadi. Hati-hati, jangan sampai polanya hilang. Lebih baik, oleskan lem sedikit demi sedikit terlebih dahulu.
  4. Tempelkan biji beras atau kacang-kacangan pada pola yang sudah diberi lem. Jemur sampai kering.

Nah, bagaimana? Mudah sekali bukan?

Aktivitas ini dapat membantu anak melatih kesabaran dan keuletannya, mengasah kreativitas dan ekspresi artistiknya, juga melatih motorik halusnya. Cocok untuk anak usia 4-5 tahun.

Selamat berkreasi!c

courtesy : rumahbunda.com

Posted in REHAT | Leave a comment

Kreasi Anak: Membuat Buku Istimewa

Anak-anak batita dan balita biasanya sangat senang dengan buku-buku bergambar. Mereka senang mendengarkan cerita-cerita yang Anda bacakan dari buku tersebut, bahkan mereka sering bertanya, meski Anda sudah pernah membacakannya berulang-ulang! Itulah anak-anak.

Berjalan-jalan ke toko buku bersama si kecil untuk membeli buku adalah kesenangan tersendiri bagi Anda dan buah hati. Tapi, kenapa Anda tidak mencoba membuat “buku” sendiri dengan si kecil? Pasti lebih seru!Alat dan bahan:

  • karton tebal
  • cutter dan gunting
  • gambar-gambar dari majalah
  • penggaris
  • pensil
  • pita kecil atau benang
  • pelubang kertas
  • cincin binder
  • selotip dan lem
  • kertas minyak warna putih

Cara membuat:

  1. potong karton menjadi beberapa bagian (sesuai dengan gambar yang Anda inginkan) dengan ukuran 20×20 cm. misalnya, 5 potong karton untuk 1 buah buku tema binatang.
  2. gunting gambar-gambar dari majalah. ajak si kecil memilih gambar bersama Anda. lalu tempelkan gambar di atas karton dengan menggunakan selotip atau lem.
  3. lapisi setiap halaman dengan kertas minyak berwarna putih. Anda bisa merekatkannya dengan stapler atau selotip.
  4. lubangi setiap karton dengan pelubang kertas. lalu pasang cincin binder atau satukan dengan benang atau pita.
  5. nah, buku istimewa Anda dan si kecil sudah jadi!

Kini, Anda dan si kecil memiliki sebuah buku istimewa yang Anda buat sendiri. Dudukkan si kecil, dan ajak ia bercerita. Anda boleh memintanya untuk menceritakan gambar yang ia lihat, ini sangat bermanfaat untuk mengasah imajinasinya.

Selamat mencoba!

Gambar: http://qwickstep.com

courtesy : rumahbunda.com

Posted in ILMU | Leave a comment

Asyiknya Berkebun Bersama si Kecil

Tahukah Anda, bahwa anak-anak adalah pengamat yang baik terhadap segala sesuatu? Dan mereka selalu ingin mencoba hal-hal yang baru dan seru?

Salah satu kegiatan yang sangat dianjurkan oleh pakar pendidikan anak bagi para orangtua yang ingin memberikan stimulus-stimulus bagi anak-anaknya adalah dengan berkebun. Anak-anak sangat menyukai kegiatan ini, dan itu merangsang rasa ingin tahunya. Berkebun juga membantu mengembangkan minat seorang anak untuk belajar tentang alam, mencintai makhluk hidup, serta memahami keadaan lingkungannya.

Asyiknya bermain tanah. Tidak perlu takut kotor, sebab kegiatan ini adalah bagian dari pembelajaran. Ajak si kecil untuk membantu Anda mencabuti rumput-rumput liar di halaman rumah Anda, sambil menangkap serangga yang sekiranya menarik untuk diteliti. Jangan lupa untuk memberikan sekop yang aman serta sarung tangan karet agat tangannya tidak tertusuk duri tanaman.

Belajar sambil berkebun. Sambil mencabut rumput atau menanam benih, Anda dan si kecil mungkin akan menemukan binatang-binatang kecil seperti serangga, siput, cacing, dll. Ajak si kecil berdiskusi tentang binatang-binatang ini. Atau, Anda juga bisa menjelaskan bagaimana proses tanaman yang Anda tanam ini tumbuh. Jika Anda tidak memiliki halaman yang luas untuk berkebun, tidak ada salahnya Anda berkebun dengan pot. Anda bisa membeli bibitnya di toko tanaman, dan meminta si kecil untuk membantu Anda menanamnya bersama-sama di pot dan meletakkannya di pekarangan rumah Anda.

Tanamlah tanaman yang berbunga menarik dan cepat tumbuh. Anak-anak sering kali tidak sabaran menunggu benih yang mereka tanam itu tumbuh dan berbunga. Nah, untuk itu, pilihlah benih yang mudah tumbuh, serta memiliki bunga yang menarik. Sediakan pula papan pertumbuhan atau diary tanaman. Anak-anak usia TK sudah bisa Anda berikan papan pertumbuhan tanaman, untuk membantu mereka mengukur pertumbuhan tanaman mereka.

Ajari mereka cara merawat tanaman. Bunga-bunga cantik, tanaman yang indah, memerlukan perawatan dari kita. Nah, untuk itu, jelaskan pada si kecil, bahwa tanaman yang telah mereka tanam ini perlu disirami 2 kali sehari, serta diberi pupuk yang cukup. Jangan sampai bunga-bunga mereka layu!

Hmm…seru, kan?

courtesy : rumahbunda.com

Posted in REHAT | Leave a comment

Dompet Cantik dari Karton

Anak-anak perempuan biasanya paling suka main permainan jual-beli atau sering kita sebut dengan pasar-pasaran. Mereka berpura-pura menjual sesuatu atau membeli sesuatu dari temannya. Uangnya? Tentu uang palsu. Hehe…

Waktu saya kecil dulu, uang-uangan saya pakai dari daun tertentu atau membuat sendiri dari potongan-potongan kertas. Bagaimana dengan si kecil Anda? Apa ia juga senang bermain peran seperti ini? Tentu asyik.

Lebih asyik lagi, kalau kita menghadiahinya sebuah dompet untuk menyimpan semua “uang”nya. Tidak harus beli, lho. Kita bisa membuat sendiri!

Bahan & alat:

  • kertas karton
  • kertas kado
  • pita
  • double tape
  • lem castol
  • mika
  • perekat dompet / kancing
  • gunting
  • pembolong kertas

Cara membuat:

  1. potong kertas karton menjadi 2 bagian. Untuk bagian luar, potong karton 25×12 cm. Untuk bagian dalam, potong karton 25×8 cm.
  2. lapisi karton dengan kertas kado. agar lebih rapi, gunakan double tape untuk merekatkannya.
  3. susun karton yang sudah tersampul. lalu lubangi pinggirnya (berkeliling) dengan pelubang kertas.
  4. gunting pita kecil sepanjang ±75-80 cm atau sesuai dengan keliling dompet. lalu jahitkan pita di sekeliling lubang sampai terhias pita. simpulkan ujungnya membentuk bunga atau jalinan pita yang cantik.
  5. tempelkan perekat atau kancing cetit pada dompet dengan menggunakan lem castol.
  6. hias bagian dalam dompet dengan potongan mika atau potongan kertas karton yang lebih kecil.

Kreatifitas ini untuk anak usia 5-10 tahun. Kembangkan keterampilan ini sesuai dengan kreativitas Anda dan si kecil.

Selamat mencoba!c

courtesy : rumahbunda.com

Posted in REHAT | Leave a comment

Kotak Bermain Balita

Pada usia balita, kebutuhan anak-anak untuk mengeksplor segala sesuatunya  menjadi lebih besar . Salah satu hal yang paling banyak menarik minat mereka adalah seni. Anda dapat membantu balita Anda dengan penemuan artistik mereka dengan memasok mereka dengan sebuah “kotak seni”. Kotak ini dapat diisi dengan bahan-bahan seni yang sesuai dengan usia untuk membantu anak Anda belajar tentang warna, tekstur, dan kualitas artistik lainnya dalam dunia mereka.

Ada beberapa hal yang dapat disertakan dalam sebuah kotak seni ini:

Krayon

Hal paling penting untuk diingat, saat Anda memilihkan krayon untuk si kecil, maka pilihlah krayon yang sesuai dengan tangan mereka. Kebanyakan krayon yang dijual adalah krayon dengan batang kecil, yang mudah patah sehingga anak-anak tidak maksimal saat ingin memulai manuver mereka. Pastikan Anda mulai dengan krayon tebal. Dan jangan lupa untuk memilih krayon yang non-toxic dan dapat dihapus.

Spidol

Sebagaimana krayon, pilihkanlah spidol warna dengan bahan non-toxic yang aman meski balita Anda mengemutnya. Pilihkan spidol yang memiliki pengaman, yakni tutup yang besar dan lebar sehingga anak-anak dengan type “usil” tidak sampai menelannya.

Cat Air

Anda dapat mengisi kotak seni dengan cat air bagi balita Anda. Namun, perhatikan tingkat kemampuan anak juga. Kebanyakan balita kesulitan untuk menggunakan cat air yang cenderung tidak simpel.

Kertas

Masukkan berbagai macam kertas ke dalam kotak seninya. Kertas lipat aneka warna, kertas putih HVS, buku mewarnai, lembar kerja mewarnai, dsb.

Stiker

Anak-anak menyukai stiker untuk ditempel di berbagai tempat. Anda dapat membeli stiker-stiker lucu yang bisa digunting, dilepas, di toko perlengkapan alat tulis di dekat rumah Anda.

Gunting

Pilihkan gunting anak-anak yang terbuat dari bahan plastik. Jangan gunting stainless seperti yang kita gunakan sehari-hari. Meski mungkin kurang tajam dan kurang cepat, tapi gunting ini adalah gunting keselamatan yang lebih aman bagi mereka.

Play-Doh

Bermain play-doh adalah hal yang sangat menyenangkan bagi balita. Mereka senang mengeksplor dan menciptakan sesuatu yang baru, unik, dan mungkin tidak pernah terpikir oleh kita. Tangan mereka akan terlatih untuk menggenggam, meremas, dan mencipta bentuk. Anda juga bisa menyertakan alat-alat untuk melengkapi permainan play-doh ini yang bisa ditemukan di supermarket.

Lem Stik

Kalau dulu kita suka memakai lem cup atau lem pot biasa, maka berikanlah anak-anak Anda lem stik, yang mudah digunakan tanpa mengotori tangan dan pakaian mereka. Selain itu, lem ini juga lebih rapi saat digunakan.

Berbagai jenis kerajinan

Balita senang bekerja dengan berbagai tekstur dan warna, jadi jangan takut untuk memasukkan berbagai benda seperti benang, potongan-potongan kertas tisu, bola kapas, glitter, merasa, pipa pembersih, pom-pom, dll. Anda bisa saja berjalan-jalan ke pertokoan yang menjual benda-benda perlengkapan seni, ini memungkinkan Anda untuk menambah jumlah benda dalam kotak seninya.

Penting juga untuk diingat bahwa anak-anak suka mencoba segala sesuatunya. Mereka senang bereksperimen dengan benda-benda yang ada di sekitarnya. Jangan lupa untuk terus mengawasi, dan jangan mudah kesal atau marah pada mereka jika mereka melakukan eksperimen-eksperimen yang mungkin saja mengotori rumah Anda!

Posted in REHAT | Leave a comment

Mencocok Gambar

Salah satu kegiatan yang dapat merangsang dan melatih motorik halus si kecil adalah dengan mencocok dan merobek gambar. Kegiatan ini melibatkan koordinasi mata dan tangan, serta membutuhkan kehati-hatian yang cukup ekstra karena menggunakan alat yang cukup tajam seperti mata pulpen, paku mencocok, atau jarum.

Alat dan bahan :

  • Kertas warna
  • Pensil
  • Kertas manila, potong seukuran HVS atau sesuai keinginan
  • Jarum pentul atau paku mencocok
  • Bantalan / busa
  • Lem
  • Kertas karbon

Petunjuk pengerjaan :

  1. Dengan menggunakan kertas karbon, jiplaklah gambar pada kertas warna. Gambar ini boleh apa saja, ditentukan dengan tingkat usia dan kemampuan anak.
  2. Selanjutnya, tusuk-tusuk bagian tepi gambar dengan menggunakan jarum atau paku mencocok dengan tusukan yang cukup rapat. Jangan lupa untuk menggunakan bantalan agar tidak merusak meja atau menggores lantai.
  3. Jika seluruh gambar sudah ditusuk, robeklah dengan hati-hati.
  4. Tempelkan gambar yang telah dirobek tadi ke atas kertas manila. Lakukan hal yang sama seperti di atas dengan gambar lain yang ingin ditempel.

 

Kegiatan ini cocok untuk anak usia 3-5 tahun. Gambar disesuaikan dengan rentang usia.

Posted in REHAT | Leave a comment

Permainan Anak : Estafet Gelang

Biasanya, saat ujian sekolah di akhir tahun selesai, sambil menunggu hari pembagian rapor tiba, setiap sekolah mengadakan berbagai lomba antar siswa dan antar kelas untuk memeriahkan panggung akhir tahun sekolah. Para guru akan menyiapkan berbagai ide lomba yang kreatif dan meriah namun tetap menonjolkan sisi edukatifnya.

Nah, permainan apa yang ingin Anda lombakan untuk siswa-siswa Anda kali ini?

Anda mungkin bisa mencoba permainan Estafet Gelang. Sebuah permainan outdoor sederhana yang akan melatih kekompakan dan kerjasama tim, kehati-hatian, kecepatan, dan kompetisi yang sportif.

Alat yang perlu disediakan:

  • Sedotan (pilih yang agak kuat/keras)
  • Gelang plastik / gelang karet
  • Baskom/wadah

Cara bermain :

  1. Kelompokkan anak dengan anggota masing-masing kelompok 5 orang. Atau kelompokkan menjadi 3 – 5 kelompok sesuai dengan jumlam siswa di kelas Anda.
  2. Setiap anak harus berdiri sejajar dengan jarak masing-masing 1-2 meter.
  3. Beri setiap anak 1 buah sedotan dan minta mereka menempatkan sedotan di ujung mulut.
  4. Letakkan sebuah baskom  1 meter di samping anak paling ujung pada setiap kelompok.
  5. Berikan gelang plastik atau gelang karet pada anak yang berdiri paling awal, dan gantungkan pada ujung sedotannya. Ingatkan anak-anak untuk tidak menggunakan tangan untuk menahan gelang.
  6. Setiap anak harus membawa gelang kepada teman satu tim mereka secara estafet, yang kemudian anak paling ujung meletakkannya pada baskom.
  7. Masing-masing kelompok harus berhasil memasukkan 5 gelang secara estafet, dan kelompok yang lebih dulu memasukkan gelang paling banyak dalam waktu yang ditentukan, itulah yang keluar sebagai pemenangnya.

Selamat mencoba!

Posted in REHAT | Leave a comment

Cara Mengatasi Rasa Takut Anak kepada Hantu

Bagi orang tua sangat penting mengetahui bagaimanakah cara mengatasi ketakutan anak dengan cara yang sesuai syariat. Antara lain:

1. Tanamkanlah pada anak tauhid dan aqidah yang benar.
Cobalah cari tahu apa yang sebenarnya ditakutkan oleh sang anak pada saat keadaannya tenang. Rangsanglah anak dengan beberapa pertanyaan. “Adik takut hantu ya? Memangnya hantu itu apa sih?”
Jika sang anak menjawab bahwa hantu adalah pocong, genderuwo, nyi loro kidul, kuntilanak, atau semacamnya, jelaskan bahwa hantu-hantu semacam itu tidak ada sama sekali sehingga tidak perlu ditakutkan. Jika yang ditakutkan anak adalah orang mati, maka jelaskanlah bahwa orang mati takkan bisa memberi manfaat maupun bahaya bagi orang yang masih hidup.

Adapun jika sang anak telah mengerti bahwa yang dimaksud orang-orang dengan hantu adalah penjelmaan dari setan atau jin yang hendak mengganggu manusia, maka orangtua haruslah menjelaskan kepada anak bahwa tidak ada kekuatan yang paling kuat kecuali kekuatan Allah. Seluruh makhluk, termasuk jin dan setan di bawah pengaturan Allah. Ajarkan pada anak meskipun seluruh jin dan manusia ingin mencelakakannya, akan tetapi Allah tidak menakdirkannya, maka ia takkan celaka. Begitu pula sebaliknya.

Sungguh indah contoh yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menasehati Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu yang ketika itu masih kecil.Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata,

“Pada suatu hari saya pernah membonceng di belakang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bersabda, “Wahai anak muda, sesungguhnya akan kuajarkan kepadamu beberapa kalimat. Jagalah Allah, niscaya Ia juga akan menjagamu. Jagalah Allah niscaya engkau akan mendapati-Nya ada di hadapanmu. Apabila engkau meminta sesuatu, mintalah kepada Allah. Jika engkau memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, andaikan saja umat seluruhnya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu, mereka tidak akan bisa memberikan manfaat kepadamu kecuali sesuatu yang telah ditetapkan Allah untukmu. Dan andaikan saja mereka bersatu untuk menimpakan bahaya terhadapmu, mereka tidak akan bisa memberikan bahaya itu terhadapmu kecuali sesuatu yang Allah tetapkan atasmu. Pena telah diangkat dan lembar catatan telah kering.” (HR. Tirmidzi)

Jelaskan pada anak pada hal apakah ia harus takut (yaitu takut kepada Allah), pada hal-hal apakah ia boleh takut tetapi tidak berlebihan dan hal-hal apa yang ia tidak boleh takut sama sekali. Hendaklah orang tua mengenalkan kepada anak-anaknya kepada Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Karena dengan pengenalan kepada Allah, seorang anak akan mengetahui keagungan Allah, keMahaKayaanNya, kekuasaan-Nya. Yang harus orang tua ingat, mengajarkan rasa takut kepada Allah juga harus disertai pengajaran rasa cinta dan harap kepada Allah. Sehingga hal ini menjadikan anak ikhlas dan giat dalam beramal serta tidak mudah putus asa.

2. Ajarkan wirid dan doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Ada banyak wirid dan doa yang bisa diajarkan pada anak. Misalnya, wirid pagi dan sore, doa sehari-hari seperti doa masuk WC, doa singgah di suatu tempat, doa hendak tidur, dll. Pilihlah bacaan wirid dan doa sesuai kapasitas kemampuan anak.

Tak hanya sekedar menghafal, tapi juga pahamkan mereka arti dari doa tersebut sehingga mereka mengamalkan doa-doa tersebut dengan penuh keyakinan akan manfaat doa bagi dirinya. Ajarkan pada anak bahwa doa dan wirid adalah senjata dan perisai bagi kaum mukmin. Karena itu, bila rasa takut menyerang, yang terbaik dilakukan adalah meminta perlindungan dan pertolongan Allah, Rabb seluruh makhluk. Sesekali ingatkan atau tanyakan pada anak arti dari doa tersebut. Sekaligus untuk mengetahui apakah sang anak sudah mengamalkan doa-doa tersebut ataukah belum.

3. Jauhkanlah anak dari hal-hal yang mendatangkan rasa takut kepada hantu.
Misalnya cerita misteri, patung dan lukisan makhluk bernyawa, dll. Cerita misteri atau berbau mistis kadang lebih menarik bagi anak karena imajinasi mereka yang tinggi dan masih belum terkontrol baik. Oleh karena itu, kenalkanlah anak dengan kisah-kisah para Nabi, sahabat-sahabat Rasulullah, maupun kisah shahih lain yang dapat mengajarkan anak keimanan, keberanian dan akhlaq yang baik. Jangan hanya sekedar menyediakannya buku/majalah, meskipun ini juga hal yang penting. Sesekali ceritakanlah langsung dengan lisan anda agar hikmah dan nilai kisah lebih mengena di hati anak. Ini juga akan lebih mendekatkan orang tua dengan sang buah hati.

4. Ajarkan pula pada anak untuk tidak menakut-nakuti temannya meski hanya bermaksud untuk bercanda. Pahamkan pada anak untuk bercanda dengan baik.

5. Bila orang tua ternyata adalah seorang penakut, berusahalah untuk tidak menampakkan hal tersebut di depan sang anak. Sebagaimana kita tidak ingin anak menjadi penakut, maka latihlah diri sendiri untuk tetap tenang dan menghilangkan sifat penakut dari diri kita.

Jika suatu ketika sifat penakut kita diketahui oleh sang anak, tak ada salahnya melibatkan anak dalam usaha menghilangkan sifat penakut kita. “Astagfirullah, tadi Ummi kok menjerit ya pas lampu mati? Menurut adik, Ummi harusnya gimana? Iya adik benar, harusnya tetap tenang dan minta perlindungan sama Allah. Lain kali kalau Ummi menjerit lagi, adik ingatin Ummi ya….” Hal ini juga akan mengajarkan pada anak bagaimana seharusnya ia bersikap ketika ada orang lain atau temannya yang ketakutan. Jangan pula menakut-nakuti anak dengan ancaman yang tak berdasar atau bertentangan dengan syariat. Misalnya, “Jangan main dekat sungai ya! Nanti diculik genderuwo penunggu sungai lho” Hal ini sering tanpa sadar dilakukan oleh para orang tua. Maka wahai para pendidik, bekalilah diri dengan ilmu syar’i dalam mendidik anak-anak kita.

6. Berdoalah untuk kebaikan anak
Hal yang sering luput dari orang tua adalah berdoa untuk anak-anaknya. Padahal doa merupakan salah satu pokok yang harus dipegang teguh orang tua. Doa orang tua bagi kebaikan anaknya adalah salah satu jenis doa yang dijanjikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan dikabulkan oleh Allah (HR. Baihaqi). Termasuk di antaranya, hendaknya orang tua mendoakan agar anak dilindungi dari gangguan setan.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu bahwa ia berkata, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan perlindungan untuk Hasan dan Husain dengan mengucapkan,

“Aku memohon perlindungan untukmu berdua dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang berbisa, dan juga dari setiap mata yang jahat.” Selanjutnya beliau bersabda “Adalah bapak kalian (yaitu Ibrahim) dahulu juga memohonkan perlindungan untuk kedua puteranya, Ismail dan Ishaq, dengan kalimat seperti ini.” (HR. Bukhari)

Inilah sebagian cara yang semoga bisa mengatasi rasa takut anak terhadap hantu. Orang tua hendaknya bersabar dalam membantu anak mengatasi rasa takutnya dengan tetap memprioritaskan pendidikan aqidah dan tauhid pada anak. Semoga kelak anak tumbuh menjadi sosok muslim-muslimah yang beraqidah lurus, beramal shalih dan mempunyai ketawakkalan tinggi kepada Allah. Wallahu Ta’ala a’lam. (Ummu Rumman)

Maraji’:
Bila Anak Anda Takut Hantu, Ummu Khaulah, Majalah As Sunnah Edisi 02/Tahun VIII/1424H/2004M | Mendidik Anak Bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Muhammad Suwaid, penerbit Pustaka Arafah | Mutiara Faidah Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At Tamimi, Abu ‘Isa Abdullah bin Salam, penerbit Divisi Bimbingan Masyarakat LBI Al Atsary Yogyakarta  | Syarah Tiga Landasan Utama, Syaikh Abdullah bin Shalih al Fauzan, Pustaka At Tibyan

courtesy : muslimah.or.id

Posted in PENDIDIKAN ANAK | Leave a comment